Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

Project yang kian terlaksana (Indonesia Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway !!)

kereta super cepat yang dapat mengalahkan shinkanzen (bullet train) jepang.

silahkan klik untuk mengikuti beritanya,,^^

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T7O0I9DJ696U7RVHL

Kamis, 07/01/2010 17:16 WIB
Kereta Supercepat Hydrogen Super Highway Melesat 400 Km/Jam
Fitraya Ramadhanny - detikNews

Jakarta - Kereta supercepat Hydrogen Super Highway, akan menggunakan teknologi yang dikembangkan Interstate Traveller Company dari AS. Kereta ini diklaim bisa melesat 400 km/jam. Rute Jakarta- Cirebon- Bandung bisa ditempuh satu jam kurang.

Berbeda dengan kereta peluru TGV Prancis dan Shinkansen Jepang yang bertenaga listrik, kereta baru ini nantinya bertenaga hidrogen. Dari situs resmi Interstate Traveller, Kamis (6/1/2010), mereka menyebutkan kereta jenis baru ini menggunakan banyak teknologi ramah lingkungan sekaligus. Kereta ini memakai tenaga matahari untuk mengolah hidrogen yang menjadi tenaga pendorong.

Kereta canggih ini akan memakai konsep fly over seperti monorel tapi dengan sepasang rel pararel. Rel ini akan memakai teknologi magnet sehingga roda kereta tidak pernah menyentuh rel dan rel akan lebih awet.

Rel kereta canggih ini pun akan memakai tiang penyangga. Di sepanjang bagian tengah rel akan dipasang panel surya sebagai sumber energi. Tiang ini dalam konsepnya juga didesain untuk berperan sebagai tiang listrik dan saluran air bersih.

Konsep yang dikembangkan Interstate Traveller adalah kereta berbentuk kapsul. Kereta ini bisa untuk membawa penumpang, mobil atau barang. Perusahaan ini mengklaim biaya pembangunannya murah dan cepat. Meski demikian rencana pembangunan jalur 357 km ini diperkirakan membutuhkan biaya US$ 3 miliar atau Rp 30 triliun.

Nah, untuk kecepatannya, Interstate menjamin kereta hidrogen ini melesat lebih cepat dari kereta peluru. Kereta hidrogen ini ditargetkan bisa mencapai kecepatan 400 km/jam. Wussh!(fay/nrl)

Senin, 29 Maret 2010

Sukses Yamaha Bukan Cuma Karena Motor


Sejak era 800 cc dimulai, Yamaha mendominasi MotoGP dengan mengalahkan Honda dan Ducati. Menurut Ben Spies, keberhasilan tersebut didapat bukan semata karena pabrikan Jepang itu selalu punya motor kompetitif.

Setelah pada 2007 Casey Stoner menjadi juara dunia bersama Ducati, dua musim terakhir status tersebut diambil alih Valentino Rossi dan Yamaha. Di tahun 2009 kemarin Yamaha malah lebih dominan setelah menempatkan Jorge Lorenzo di posisi runner up.

Sukses Yamaha menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap berpeluang kembali terjadi di 2010 ini. YZR-M1 tampil paling impresif di sepanjang sesi ujicoba musim dingin dengan Valentino Rossi, Ben Spies, Colin Edwards dan Jorge Lorenzo selalu dengan mudah masuk posisi lima besar pembalap tercepat.

Dari enam hari ujicoba musim dingin yang digelar, cuma satu di mana Yamaha gagal menempatkan pembalapnya sebagai yang tercepat. Hebatnya lagi, di sepanjang sesi ujicoba tersebut pembalap-pembalap Yamaha tak pernah keluar dari posisi 10 besar.

Keberhasilan Yamaha mendominasi MotoGP di dua musim terakhir bukan semata karena mereka memiliki motor-motor yang kompetitif. Disebut Ben Spies, hal lain yang membuat tim tersebut berjaya adalah keberadaan orang-orang hebat di dalamnya.

"Setiap tim punya masanya sendiri-sendiri. Honda sudah memiliki waktunya dan Ducati juga sangat baik melihat apa yang secara spesial diberikan Casey Stoner pada mereka. "Saya pikir Yamaha sedang melakukan pekerjaan yang bagus saat ini dan pembalap-pembalapnya selalu tampil maksimal saat ini ," ungkap Spies di MCN.

Keunggulan lain Yamaha jelas ada pada pembalap-pembalapnya. Meski belum mampu menundukkan Rossi, dengan dua gelar juara dunia 250 cc Lorenzo diyakini akan bisa menjadi juara dunia dalam beberapa musim ke depan.

Spies, yang akan membela Yamaha Tech 3, juga menyanjung kerja anggota tim yang lain yang dianggapnya punya kontribusi besar terhadap sukses yang didapat.

"Dari sisi talenta Anda melihat sekelompok pembalap hebat di sana, jadi itu bukan sekadar motornya. Dengan tim seperti itu, pembalap dan insinyur dalam satu paket, mereka bisa tampil bagus di semua trek," tutup mantan juara Superbike itu.