Kamis, 22 April 2010

Tanggapan Mengenai Pasar Tradisioanl dan Pasar Modern

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia , dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.


Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.


Keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup masyarakat yang modern. Kenyataan yang ada di lapangan saat ini adalah di berbagai kota metropolitan bahkan kota – kota kecil di tanah air dengan mudahnya kita dapat menjumpai minimarket, supermarket, bahkan hypermarket disekitar tempat tinggal kita. Pasar modern menjanjikan kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja. Namun dibalik kesuksesan bisnis retail tersebut (pasar modern), terdapat persoalan khususnya untuk retail kelas menengah dan kelas kecil. Bahkan beberapa diantaranya memprotes ekspansi secara besar – besaran dari peritel kelas besar. Eksistensi pasar tradisional merupakan salah satu indikator paling nyata dari kegiatan ekonomi masyarakat disuatu wilayah.


Dalam majalah Tempo edisi 11-17 Juni 2007 menjelaskan bahwa kesan yang dapat ditangkap dari kondisi pasar tradisional yaitu: kumuh, kusam, penuh dengan pedagang kaki lima, jorok, bau, tidak nyaman, semrawut, tidak tertata, sampah yang menumpuk dan tidak terangkut, produk yang kotor akibat sanitasi kotor, produk yang tidak fariatif dan sebagainya. Hal ini seharusnya mulai dibenahi oleh pemerintah daerah yaitu dengan cara mengadopsi konsep pasar modern yang bersih, manajemen pasar yang baik, produk yang beragam dan keamanan yang terjamin. Pasar tradisional memiliki potensi untuk menyediakan lowongan kerja yang sangat besar. Musuh utama para pedagang di pasar tradisional diantaranya adalah: manajemen pasar yang tidak profesional, ketidak sinkronan antara insentif para manajer pasar dan keinginan pedagang yang membuat kedua belah pihaknya berjalan sendiri – sendiri. Hal ini terjadi dari mulai desain pasar, penataan, dan opreasionalisasi sehari – hari seperti: kebersihan, keliaran preman, dan pedagang yang berjualan diluar ketentuan awal. Akibatnya manfaat renovasi pasar bagi para pedagang dirasakan kecil, meskipun kenaikan retribusi tetap dilakukan. Dan pada beberapa waktu kemudian kondisi pasar kembali ke seperti semula yaitu: loyo, kumuh, semrawut, tak nyaman dan tak aman. Hal itu yang menyebabkan para pengunjung lebih memilih pasar modern yang lebih nyaman dan tak terkesan kumuh ketimbang pasar tradisioanal.

Senin, 29 Maret 2010

Sukses Yamaha Bukan Cuma Karena Motor


Sejak era 800 cc dimulai, Yamaha mendominasi MotoGP dengan mengalahkan Honda dan Ducati. Menurut Ben Spies, keberhasilan tersebut didapat bukan semata karena pabrikan Jepang itu selalu punya motor kompetitif.

Setelah pada 2007 Casey Stoner menjadi juara dunia bersama Ducati, dua musim terakhir status tersebut diambil alih Valentino Rossi dan Yamaha. Di tahun 2009 kemarin Yamaha malah lebih dominan setelah menempatkan Jorge Lorenzo di posisi runner up.

Sukses Yamaha menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap berpeluang kembali terjadi di 2010 ini. YZR-M1 tampil paling impresif di sepanjang sesi ujicoba musim dingin dengan Valentino Rossi, Ben Spies, Colin Edwards dan Jorge Lorenzo selalu dengan mudah masuk posisi lima besar pembalap tercepat.

Dari enam hari ujicoba musim dingin yang digelar, cuma satu di mana Yamaha gagal menempatkan pembalapnya sebagai yang tercepat. Hebatnya lagi, di sepanjang sesi ujicoba tersebut pembalap-pembalap Yamaha tak pernah keluar dari posisi 10 besar.

Keberhasilan Yamaha mendominasi MotoGP di dua musim terakhir bukan semata karena mereka memiliki motor-motor yang kompetitif. Disebut Ben Spies, hal lain yang membuat tim tersebut berjaya adalah keberadaan orang-orang hebat di dalamnya.

"Setiap tim punya masanya sendiri-sendiri. Honda sudah memiliki waktunya dan Ducati juga sangat baik melihat apa yang secara spesial diberikan Casey Stoner pada mereka. "Saya pikir Yamaha sedang melakukan pekerjaan yang bagus saat ini dan pembalap-pembalapnya selalu tampil maksimal saat ini ," ungkap Spies di MCN.

Keunggulan lain Yamaha jelas ada pada pembalap-pembalapnya. Meski belum mampu menundukkan Rossi, dengan dua gelar juara dunia 250 cc Lorenzo diyakini akan bisa menjadi juara dunia dalam beberapa musim ke depan.

Spies, yang akan membela Yamaha Tech 3, juga menyanjung kerja anggota tim yang lain yang dianggapnya punya kontribusi besar terhadap sukses yang didapat.

"Dari sisi talenta Anda melihat sekelompok pembalap hebat di sana, jadi itu bukan sekadar motornya. Dengan tim seperti itu, pembalap dan insinyur dalam satu paket, mereka bisa tampil bagus di semua trek," tutup mantan juara Superbike itu.

Senin, 22 Maret 2010

Menanggapi Permintaan dan Penawaran Terhadap Suatu Barang

Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika harga handphone sangat mahal maka aksesoris handphone tersebut akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Rabu, 17 Februari 2010

Security Banking

Belakangan ini marak terjadi pembobolan uang di bank melalui pencurian data nasabah, sebagian besar masalah yang dihadapi bank adalah kadang bank melakukan berbagai hal hanya untuk mendapatkan keuntungan. Dengan menggunakan jaringan yang tertutup, sering kali pihak bank merasa bahwa masalah security tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, dengan kemajuan internet saat ini, bank harus meningkatkan sumber daya, pengetahuan, dan juga security system mereka Salah satu faktor utama yang menyebabkan kejahatan di ATM adalah keamanan yang tidak terjamin.

Banyak ATM yang tidak dilengkapi sistem keamanan memadai sehingga dengan mudah dimanfaatkan pelaku kejahatan. “Saya kira Bank Indonesia harus lebih menekankan bahwa salah satu bagian IT security di perbankan adalah keamanan ATM. Bagaimana kalau bisa disusupi?” ujar Ruby Z Alamsyah, pakar forensik teknologi informasi, kepada Kompas.com, Rabu (20/1/2010).

Skimmer dalam istilah sederhana berarti alat yang bisa digunakan untuk aktivitas pencurian informasi yang dilakukan dari kartu nasabah, baik dari kartu ATM maupun kartu kredit. Dengan memasang alat ini di mulut ATM, pelaku bisa mendapatkan data di kartu nasabah. Kemudian tinggal memasukannya ke dalam kartu ATM bodong. Sementara untuk pin, pelaku menggunakan kamera pengintai mungil.

Ruby Alamsyah, seorang ahli forensik digital memaparkan, meski kemampuan alat ini terbilang canggih namun harga yang dibanderol cukup 'terjangkau', yakni cuma Rp 1,5 juta. Dengan harga itu sudah mendapatkan skimmer reader untuk mencuri informasi dari kartu nasabah.

"Namun kalau skimmer set yang lengkap harganya bisa mencapai US$ 1500 (sekitar Rp 15 juta), itu sudah pembaca kartunya, software, kartu ATM bodong, hingga kamera pengintai," tukasnya kepada detikINET.

Ironisnya, kata Ruby, meski alat ini diketahui sangat berbahaya jika disalahgunakan, namun penjualannya dibebaskan tanpa pengaturan khusus. Di pusat perbelanjan di Jakarta dan Tanggerang pun bisa ditemui.

"Alat ini (skimmer-red.) masih dijual umum untuk kebutuhan tertentu, untuk perbankan atau klub-klub yang ingin membuat kartu anggota misalnya. Bisa segala macam kebutuhan, termasuk untuk disalahgunakan, " tukasnya.

Namun coba lihat dampak negatif yang bisa ditimbulkannya. Berawal dari segelintir laporan yang masuk soal raibnya simpanan di rekening, kini laporan serupa kian menggurita dan menimbulkan kerugian hingga miliaran.

Di Amerika Serikat sendiri, aksi skimming sudah bukan barang baru. Hanya saja seruan sosialisasi ataupun tindak antisipasi dari perbankan di Negeri Paman Sam sudah kuat.

Nah, hal inilah yang sepertinya kurang diperhatikan kalangan perbankan nasional. Setelah aksi skimming terdengar gaungnya lantaran ramai-ramai disorot media nasional, baru mereka pusing mencari cara penanganan. Telat memang, aksi kejahatan sudah banyak, kerugian sudah menggunung, baru mereka bergerak.

Pun demikian, sejumlah bank bukannya tak mau melakukan antisipasi sebelumnya. Menurut Ruby, saat ini sebenarnya juga sudah ada beberapa bank (BCA dan Mandiri) yang memasang anti skimmer di ATM-nya. Namun, jumlahnya masih sangat sedikit.

Semoga dengan kejadian ini dapat membuat kita lebih baik lagi dan tidak telat melakukan antisipasi dan juga memperbaiki lagi system keamanannya, Sehingga dapat mencegah terjadi pembobolan yang belakangan ini marak terjadi yang merugikan para nasabahnya.


Referensi :
www.kompas.com
www.detiknet.com