Selasa, 04 Januari 2011

Pelestarian Lingkungan

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.

Bahaya Akibat Merokok Pada Remaja

Salah satu penyebab kenapa perokok baru terus bertambah adalah karena gencarnya iklan rokok yang beredar di masyarakat, ditambah dengan adanya image yang dibentuk oleh iklan rokok tersebut sehingga terlihat seakan orang yang merokok adalah orang yang sukses & tangguh yang dapat melalui rintangan apapun.

Pengaruh untuk remaja, pergaulan teman sebaya juga turut menjadi andil untuk pertumbuhan perokok baru. Terkadang remaja menjadi perokok pemula karena adanya desakan dari teman-teman mereka untuk dapat diterima dalam pergaulan ataupun supaya dapat dipandang lebih keren oleh lawan jenisnya. Para remaja tersebut tentu belum mengerti benar mengenai bahaya yang dapat disebabkan oleh rokok ataupun penyakit yang dapat timbul karena rokok. Hal ini tentu harus menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua untuk dapat memberi pemahaman terhadap anak-anaknya.

Pada remaja, masalah kesehatan jangka pendek termasuk diantaranya penyakit yang dapat timbul akibat rokok adalah gangguan pernafasan, kecanduan nikotin serta meningkatnya resiko untuk menggunakan bahan berbahaya lain termasuk obat terlarang. Sedangkan masalah jangka panjangnya adalah kenyataan bahwa sekali orang telah menjadi perokok aktif maka biasanya akan terus menjadi perokok aktif sepanjang hidupnya.

Multimedia Di Kalangan Masyarakat

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia game.

Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Kemampuan penyimpanan dan pengolahan gambar digital dalam belasan juta warna dengan resolusi tinggi serta reproduksi suara maupun video dalam bentuk digital, Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur - unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan didalam komputer untuk disimpan, diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user, Bila dibandingkan dengan informasi dalam bentuk teks (huruf dan angka) yang umumnya terdapat pada komputer saat ini, tentu informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima dengan kedua indra penglihatan manusia dalam bentuk yang sesuai dengan aslinya atau dalam dunia yang sesungguhnya (reality).

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.

Dalam perkembangannya multimedia juga memberi dampak atau perubahan yang beragam bagi masyarakat. Peranan multimedia menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditimbulkan adalah dari hari ke hari perkembangan multimedia semakin maju, hal ini disebabkan semakin beranekaragamnya kebutuhan akan multimedia. Apabila digunakan dengan baik akan luar biasa manfaatnya. Informasi yang disampaikan dalam berbagai bentuk seperti gambar, film atau video, suara dan konten-konten interaktif dapat menarik para pencari informasi dalam melengkapi penulisan ilmiah atau yang lainnya. Selain dampak positif, perkembangan multimedia pun mempunyai dampak negatif. Dampak negatifnya dengan adanya pengaksesan yang mudah, para pencari berita atau pengguna dapat leluasa menduplikatkan informasi-informasi dari sumber-sumber tertentu. Seperti contohnya, menduplikatkan informasi atau tugas penulisan ilmiah yang aslinya adalah hak cipta seseorang yang sudah melakukan penelitian atau penulisan ilmiah. Dan orang yang tidak bertanggung jawab atas informasi tersebut dapat diakses dengan sangat mudah dan menduplikatkannya tanpa mencantumkan nama atau sumber informasi yang ia dapat.

Dari bacaan tersebut diatas kita dapat menyimpulkan sesungguhnya multimedia banyak memberikan manfaat bagi manusia. Namun keberadaan multimedia juga mempunyai dampak negative, dampak tersebut bisa merusak pengguna sekaligus penikmat dari multimedia. Maka dari itu keamanan pada multimedia harus ditingkatkan lebih optimal, agar penggunaan multimedia bisa lebih baik lagi.

Senin, 22 November 2010

Tujuan dan Perbedaan tentang Daftar Pustaka, Kutipan, dan Catatan Kaki

1. Daftar Pustaka
Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul ,buku-buku artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya. Daftar pustaka memiliki arti penting, karena dengan adanya daftar pustaka pembaca dapat melihat kembali pada sumber asli yang membuat tulisan tersebut.

Tujuan
Fungsi sebuah Daftar Pustaka hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pu/a nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah Daftar Pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan Daftar Pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.

2. Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Tujuan

Dalam tulisan ilmiah,baik berupa artikel,karya tulis,skripsi,tesis,dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karanga. Kutipan memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Landasan Teori
  2. Penguat Pendapat Penulis
  3. Penjelasan Suatu Uraian
  4. Bahan Bukti untuk Menunjang Pendapat itu.
3. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi. Besar font catakan kaki adalah lebih kecil dari teks utama, yakni biasanya dengan besar font 10 dengan asumsi ukuran teks utama 12.

Tujuan
Catatan Kaki dibuat untuk :
  1. Menyusun Pembuktian
  2. Menyatakan Hutang Budi
  3. Menyatakan Keterangan Tambahan
  4. Merujuk bagian lain dari teks

  • perbedaan
Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga sumber diatas memiliki tujuan dan fungsi yang sama , yaitu sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.

Perbedaan dari ketiga cara tersebut ada dari segi penempatannya dan cara menuliskan sumber refrensi dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks

Senin, 01 November 2010

Bahasa Indonesia Bahasa Kita

Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa.

Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya.

Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928.

referensi :http://netsains.com/2008/12/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-peradaban-dunia/

Kamis, 28 Oktober 2010

Perencanaan Karangan Penulisan Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia sangat penting peranannya di dalam dunia Pendidikan dan dunia sehari-hari kita. Mengingat hal yang terjadi pada zaman sekarang banyak bagi mereka yang seolah-olah ingin melupakan bahasa Indonesia bahasa persatuan ataupun karena gengsi , kebanyakan bagi mereka lebih memilih bahasa internasional yang sedang tren saat ini yaitu Bahasa Inggris. Banyak dari mereka bagi mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara membuat karangan ilmiah yang benar..
Sehingga dari latar belakang tersebut kami sebagai penulis untuk mendeskripsikan secara detail. Tentang bagaimana cara merencanakan penulisan karya ilmiah yang di ajarkan kepada mahasiswa. Karena Mengingat salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa pembuatan karya ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapatlah di tarik beberapa rumusan masalah yang menjadi fokus penulis dalam menganalisa yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana merencanakan penulisan karya ilmiah.
2. Bagaimana cara merumuskan tujuan penulisan karya ilmiah.

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini yaitu sebagai bahan dan referensi dan untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui dan merencanakan penulisan karya ilmiah.

D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini bisa mengetahui bagaimana caranya untuk bisa merencanakan dan membuat makalah dengan baik.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL

A. Pengertian Bahasa
Sebelum membicarakan materi pokok bahasa Indonesia. Perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa di pergunakan untuk bahasa Indonesia yakni.
  1. Bahasa Resmi
Bahasa resmi adalah bahasa yang telah di sahkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah (resmi = rasmi, kamus umum bahasa Indonesia - Poewadarminta). Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.
  1. Bahasa Negara
Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 Pulauu (berpnghuni. 6.004 Pulaui) dan terdiri dari ratusan bangsa.
  1. Bahasa Persatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 pulau (berpenghuni 6.004 Pulau) dan terdiri dari ratusan bangsa
  1. Bahasa Kesatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara itu negara kita adalah negara kesatuan, maka dengan sendirinya kita menginginkan bahasa Indonesia juga hendaknya menjadi bahasa kesatuan.
  1. Bahasa Nasional
Bahasa Nasional dalai bahasa yang dipergunakan sebagai wahana untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan. Perkataan nasional dari kata "nation" artinya bangsa, kemudian melahirkan nasionalisme, nasionalist, yang mengandung makna "Perjuangan".

B. Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah
Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakan nya. Dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:
  1. Memilih topic
  2. Merumuskan tujuan penulisan
  3. mengumpulkan bahan
  4. menyusun kerangka.
Dengan langkah yang sistematis itu, hasil tulisandari seorang penulis di harapkan tidak memiliki cacat yang sekecil-kecilnya.
  1. Pemilihan Topik
Memilih topic berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topic itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.
Istilah topic sering dikacaukan dengan tema. Topic adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.
Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
a. Topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik apabila
1. Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama
2. Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi
3. Mengandung konflik pendapat
4. Masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan
b. Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit
c. Topik yang di pilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis
d. Topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.
  1. Merumuskan Tujuan Penulisan
Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan Organisasi karangan yang akan diterapkan dan sudut pandang penulis yang dipilih.
Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang di kembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.
Tesis adalah sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan. Sebuah tesis itu senada dengan kalimat topik dalam suatu paragraph tesis umumnya berbentuk suatu kalimat, baik kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat. Sebuah tesis tidak berbentuk kalimat majemuk setera, karena dalam kalimat majemuk secara berisi dua gagasan sentral. Fungsi tesis dalam sebuah karangan sama dengan fungsi topik untuk paragraph pertama dalam karangan ilmiah.
Sebuah tesis hendaknya memiliki sifat terbatas. Mengandung kesatuan dan ketepatan. Rumusan tesis yang terlalu umum berimplikasi terhadap sebuah uraian yang berisi tentang sesuatu tempat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dibahas. Dan bagaimana membahas nya.
  1. Mengumpulkan Bahan
Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya di catat dalam kartu-kartu informsi. Pengetahuan ini perlu di lakukan terutama dalam penulisan karya ilmiah yang cukup besar. Seperti : Skripsi, tesis, disertasi atau buku. Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melacak sumber informasiya.
Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam berbarapa bentuk, yakni :
1. Kutipan, Jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.
2. Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sediri
3. Rangkuman atau ringkasan. Jika kita menyaring yang kit abaca.
4. Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah adalah merencanakan dengan matang suatu topik yang benar-benar dipilih oleh penulis.
Topik karya ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B. Saran
Dalam berkomonikasi sehari-hari kita sebagai tuns-tunas bangsa di tuntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sesuai dengan EYD yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

- Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Pamekasan, Edisi Kedua, 2003
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang di sempurnakan (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia 1993.
- Drs. H. Aziz Djaja

referensi : http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/08/merencanakan-penulisan-karya-ilmiah.html

Kamis, 21 Oktober 2010

Pemanfaatan Artificial Intellegence (AI) Dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan rumah tangga, memang tak akan terpisahkan dari dunia wanita. Toh walau tak akan bebas darinya, tak berarti semua wanita suka melakukan pekerjaan rumah tangga. Ada yang lebih memilih untuk mencuci piring atau menyapu daripada mengepel rumah. Yang hobi memasak tentu akan memilih memasak daripada menyetrika pakaian.

Dalam hal ini saya terfikir membuat robot berdasarkan Artificial Intellegene untuk membantu pekerjaan rumah tangga, robot ini pun saya beri nama dengan "Robot PX-1". dengan adanya robot ini saya berharap bisa membantu pekerjaan para ibu rumah tangga agar lebih bisa menghemat waktu dengan mengandalkan kemampuan robot tersebut, apalagi dengan para wanita yang tidak suka melakukan pekerjaan rumah tangga karena dia lebih suka berkarir dibandingkan dengan harus mengurus rumah.

robot ini biasa melakukan pekerjaan sesuai perintah yang diberikan, misalnya mulai dari memcuci pakaian, mencuci piring, menyapu, mengepel serta memasak dan pekerjaan yang lainnya sesuai apa yang diperintahkan dan saya bentuk robot ini seperti halnya manusia mungkin dalam bentuk postur tubuh, tinggi badan serta robot ini juga dapat berbicara. karena robot ini saya targetkan mampu menjalankan perintah dengan baik dan sesempurnanya. dengan adanya robot ini saya harap dapat membantu dalam hal pekerjaan tumah tangga bagi yang membutuhkan.