Senin, 09 April 2012

Kriteria Manager Proyek Yang Baik

Maksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian. Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.
       Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
  • Karakter Pribadinya yang memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya, yang mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab serta yang memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola.
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin.

Sumber :  http://www.google.com 

http://talitatristaa.blogspot.com/search/label/Tugas%20semester%208

Constructive Cost Model ( COCOMO)

COCOMO yang merupakan singkatan dari Constructive Cost Model adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.  Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, setelah itu merujuk pada COCOMO II. COCOMO II diset sebagai siklus hidup software modern. Orgininal COCOMO model sudah sangat berhasil, tetapi tidak sesuai dengan praktek pengembangan software yang lebih baru sebagaimana dengan software tradisional. COCOMO II menargetkan proyek software pada tahun 1990an sampai 2000an dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.


Sejarah Singkat Cocomo
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ‘s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.

COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.

Model Jenis Cocomo
Ada tiga model cocomo, yaitu :
1. Dasar Cocomo
 Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.
Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).

2. Intermediate Cocomo
Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia.

3. Detil Cocomo
Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL.
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
•    Proyek organik(organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
•    Proyek sedang(semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
•    Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat

Referensi :
http://herry-k.blogspot.com/2012/04/constructive-cost-model-cocomo.html#more
http://saiiamilla.wordpress.com/2011/04/14/cocomo-constructive-cost-model/
http://yayuk05.wordpress.com/2007/11/09/constructive-cost-model-cocomo/

software open source dalam membuat aplikasi

Open Source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

   Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

   Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka.

     Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodologi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah social dan perangkat lunak bebas adalah solusi.
Keuntungan Open Source Software
1. Legal
Dengan adanya open source software, dapat mengurangi tingkat pembajakkan yang ada di indonesia.

2. Penyelamatan Devisa negara
Dengan menggunakan solusi berbasis Open Source, maka dapat dilakukan penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.

3. Keamanan Negara / Perusahaan
Software Open Source bebas dari bahaya ledakan yang disebabkan oleh software komputer proprietary / tertutup, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.

4. Keamanan Sistem
Pada software proprietary / tertutup, sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan keamanannya, karena kita tidak dapat mengetahui apa yang ada di dalamnya. Selain itu, sangat sulit untuk mendapatkan solusinya.
Tiga hal yang sering dijadikan alasan bahwa open source software lebih aman adalah :

  • Ketersediaan kode sumber
  • Lebih fokus kepada keamanan daripada keindahan
  • Roots : sebagian besar sistem FOSS berbasis multi user dan UNIX yng siap untuk jaringan.
5. Ketersediaan/kestabilan
Open source software sangat dikenal dengan kestabilan dan ketersediannya(tidak mudah hang atau minta restart).

6. Standar terbuka dn tidak bergantung pada vendor
Standar terbuka memberikan fleksibilitas dan kebebasan pada pengguna, baik individu,perusahaan, pemerintahan. Pengguna dapat berganti paket software, berganti platform, atau vendor yang berbeda, tanpa menimbulkan masalah. Kelebihan open source software adalah hampir selalu menggunakan standar terbuka karena:

  • Ketersediaan kode sumber
  • Sesuai dengan standar yang aktif
7. Mengurangi ketergantungan impor
biaya dalam model open source yang lebih berorientasi jasa ini normalnya hanya dikeluarkan untuk bisnis dalam negeri, tidak harus menggunakan perusahaan multinasional. Ini berdampak positif terhadap masalah tenaga kerja, investasi dalam negeri, pemasukan dari pajak, dan lain-lain.

8. Pengembangan perangkat lunak lokal
Ada korelasi positif antara pertumbuhan pengembang FOSS dengan kemampuan inovasi dalam sistem ekonomi.

9. Pembajakan. HAKI, dan WTO
Pembajakan software dan lemahnya hukum dapat merugikan suatu negara dalam banyak hal. Sebuah negara yang perlindungannya terhadap HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) rendah menjadi tidak menarik bagi investor asing. Keanggotaan dalam organisasi perdagangan dunia atau WTO (World Trade Organization) dan manfaat yang didapatkan dari keanggotaan itu juga ditentukan oleh tingkat penghargaan suatu negara terhadap HaKI.
Akhirnya, budaya pembajakan software merugikan pengembang software lokal, di samping rendahnya insentif bagi pengembang software lokal untuk menghasilkan produk lokal.

10. Bahasa dan budaya lokal
“Lokalisasi di bidang software menghasilkan penguasaan suatu produk dan membuatnya sesuai dengan bahasa dan budaya target pasar lokal yang dijadikan sasaran pengguna software.” (Sumber: Localization Industry Standards Association).


Kerugian Open Source Software
a. Tidak ada garansi dari pengembangan

Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.

b. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.

c. Kesulitan dalam mengetahui status project.
Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

d. Support berbayar dan langka
Jika terdapat masalah pada software, misalnya ditemukan hole atau bug yang tidak anda pahami, maka langkah yang ditempuh adalah mencari penyelesaian masalah di forum-forum. Jika tidak diperoleh solusi, maka harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar Open Source tersebut.

e. Versi Beta, Stabil dan Tidak Stabil
Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software Open Source. Bayangkan seandainya versi software yang unstable telah terinstal di server, lalu terjadi hal yang tidak diinginkan, dan patch-nya harus menunggu orang yang sukarela memperbaiki masalah yang terjadi.
Sumber : http://www.google.com
http://talitatristaa.blogspot.com/search/label/Tugas%20semester%208
http://pyia.wordpress.com/2012/04/01/software-open-source/

Rabu, 04 April 2012

Direktorat Jendral SDPPI

Dalam tugas ini saya membahas tentang Direktorat Jendral Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan Informatika atau SDPPI. Diantaranya meliputi Tugas SDPPI yang didalamnya terdapat fungsi  yang mencakup tentang fungsi-fungsinya, lalu mengenai Pengelolaan Frekuensi SDPPI, serta Dukungan Ditjen SDPPI terhadap industri dalam negeri. Untuk pembahasan pertama Direktorat Jendral SDPPI ini merupakan hasil dari pemecahan badan yang sudah diatur dari Kementrian Komunikasi dan Informatika. Direktorat Jendral SDPPI ini yang berfocus pada pengaturan, pengelolaan dan pengendalian sumberdaya dan perangkat pos dan informatika yang terkait dengan penggunaan oleh internal (pemerintahan) maupun publik luas/masyarakat. yang intinya mefokuskan fasilitas pada sumberdaya, perangkat pos dan telematika.  nah ini  sedikit merupakan pembahasan pertama dalam ulasan ini.
 
Tugas Pokok SDPPI
Untuk Tugas Pokok yang dilakukan Direktorat Jendral SDPPI, yaitu melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian sumber daya dan perangkat pos dan informatika yang masih banyak perangkat-perangkat pos dan beberapainformatika yang simpang siur dan tidak dimengerti para pembaca, nah itu sedikit ulasan tentang tugas pokok SDPPI. Dalam pembahasan ini juga terdapat fungsinya :
  • Penyiapan perumusan kebijaksanaan Departemen Komunikasi dan Informatika di bidang pos dan telekomunikasi, pengelolaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit.
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang pos dan telekomunikasi, pengelolaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit.
  • Perumusan standardisasi, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pos dan telekomunikasi informatika, pengelolaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit.
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi.
Pengelolaan Frekuensi SDPPI
Dalam Pengelolaan Frekuensi SDPPI ini, menurut saya pada pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio ini sendiri belum bisa dikatakan dengan baik, karena masih sedikit ketidak rapian dalam penataan frekuensinya di negara ini.kalau menurut saya. Dan untuk pengertian dari Spektrum Frekuensi Radio ini adalah susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi lebih kecil dari 3000 Ghz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik merambat dan terdapat dalam dirgantara (ruang udara dan antariksa). Sedikit dari ulasan itu semoga saja dalam pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio di negara ini bisa lebih baik.


Dukungan Direktorat Jendral SDPPI terhadap industri dalam negeri
Selanjutnya tentang pembahasan Dukungan Direktorat Jendral SDPPI terhadap industri dalam negeri, dalam dukungan  Direktorat Jendral SDPPI ini terdapat banyak dukungan. salah satunya Untuk kelanjutan persiapan menjelang era digitalisasi penyiaran, selama tahun 2011, Kementerian Kominfo telah menetapkan Peraturan Menteri Kominfo No. 22/PER/M.KOMINFO/11/2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) tertanggal 22 November 2011 dan juga Peraturan Menteri Kominfo No. 23/PER/M.KOMINFO/11/2011 tentang Rencana Induk (Masterplan) Frekuensi Radio Untuk Keperluan Televisi Siaran Digital Teresterial, tertanggal 22 November 2011. Selanjutnya Kementerian Kominfo pada tanggal 26 s/d. 30 Desember 2011 mengadakan konsultasi publik atau uji publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) di Indonesia dan juga Rancangan Keputusan Menteri Kominfo tentang Peluang Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Multipleksing Pada Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) di Zona Layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten), 5 (Jawa Barat), 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta), 7 (Jawa Timur) dan 15 (Kepulauan Riau). Dalam Dukungan Direktorat Jendral SDPPI terhadap industri dalam negeri ini sangat mendukung untuk pemberian informasi baik melalui media elektronik, namun semua itu dapat terlaksana harus dengan aturan yang ada.


Rabu, 21 Maret 2012

Makna Dari Pasal 2 Tentang UU ITE

Dalam pasal 2 UU ITE ini yang berbunyi "Undang-Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia." Saya dapat menyimpulkan bahwa Pasal 2 UU ITE ini dapat merugikan kepentingan di Negara Indonesia.

Yaitu dengan adanya perbuatan hukum yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan pasal tersebut. Dalam undang undang ini berlaku untuk setiap orang yang melanggar aturan tersebut, baik orang itu yang berada diwilayah hukum indonesia maupun yang diluar wilayah hukum indonesia dan setiap orang yang melanggar hukum tersebut memiliki aturan hukum yang berlaku di wilayah hukum Indonesia maupun diluar wilayah hukum Indonesia yang diakibatkan dari penyalahgunaan UU ITE ini.

Rabu, 14 Maret 2012

Pendapat Tentang Undang - Undang ITE

Menurut saya pada undang - undang ITE ini dapat memberikan kebebasan atau keleluasaan dalam berekspresi dibidang pendidikan, sosial maupun ekonomi karena melalui informasi elektronik ini kita dapat menambah wawasan dalam mencari ilmu pendidikan yang mencakup semua wawasan yang perlu kita ketahui, misalnya kita ingin mengetahui atau mencari informasi yang tidak kita ketahui. dengan melalui sistem informasi ini kita dapat mencarinya dengan mudah.

Dalam undang - undang ITE ini juga dapat menambah perekonomian bagi sipengguna karena dengan informasi elektronik ini juga kita dapat  bejualan dengan cara sistem penjualan online. kita dapat mengiklankannya melalui situs web yang telah tersedia,ataupun juga kita bisa mengiklankannya melalui sosial media dengan enawarkan kepada teman - teman kita, secara tidak langsung iklan kita akan menyebar dan dapat diketahui orang banyak. Dalam undang - undang ITE ini jga tidak hanya terdapat sisi posifnya tetapi terdapat sisi negatifnya. Misalnya saja bisa dalam pencemaran nama baik, bisa juga penjualan barang - barang yang tidak mengguntung bagi kita yang kemarin - kemarin sepat diberitakan dalam pemesanan secara online. Ataupun kasus -kasus lainnya dalam penyalahgunaan uu ITE ini yang menurut saya tidak ada gunanya.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita gunakan sebaik - baiknya yang dampaknya mendapatkan hasil yang positif bukan sebaliknya yang berdampakkan hasil yang negatif.

Selasa, 03 Januari 2012

Lingkungan Keluarga Penting Bagi Anak

Seorang anak bisa berhasil karena dukungan dari orang tua. Maka apapun yang terjadi pada anak adalah tanggung jawab dari kedua orang tuanya, segala perilaku yang terjadi pada anak adalah hal yang sangat wajar apa yang terjadi di lingkungan keluarga. Karena sifat dan sikap anak akan terbentuk dengan apa yang diberikan pada lingkungan keluarga. Memang tidak hanya tanggung jawab sepenuhnya pada lingkungan keluarga untuk membangun karakter dari seorang anak, di instansi pendidikan seperti, sekolah pun bisa dalam pembentukan karakter yang baik. Tapi pada kenyataannya peranan lingkungan keluarga sangatlah paling utama, dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan pada lingkungan keluarga sangat penting. Tidak ada seorang anakpun yang tidak menginginkan perhatiaan dari kedua orang tuanya dan dari keluarganya. Oleh sebab itu, banyak anak yang menjadi korban perceraian kedua orang tuanya membuat mereka bisa berubah sifat dan sikap karena melihat keadaan yang tidak seharusnya dialami. Anak yang mengalami broken home, cenderung stres dengan keadaan yang terjadi pada kedua orang tuanya dan berkurangnya perhatian yang seharusnya didapatkan. Oleh karena itu, perhatian dari lingkungan keluarga untuk anak sangatlah penting untuk perkembangan anak dan pembentukan karakter, sifat dan sikap selain dari media lainnya yang sama fungsinya.